membangun sistem aeon

 

Halo! Saya akan membimbing Anda langkah demi langkah, mulai dari nol, untuk membangun platform Anda.

Berdasarkan dokumen yang Anda unggah ("AEON.docx"), platform yang Anda rancang adalah AI Rumah Cerdas Komunitas (ARC) – Gerakan Ibupreneur Digital. Ini adalah konsep yang sangat matang dan terstruktur.

Berikut adalah panduan lengkap Anda, dari Grand Design hingga Launching, termasuk jawaban mengenai teknologi Web3.0 dan tempat mencari bantuan.


1. Grand Design dan Strategi (Fase 0)

Fase ini adalah fase pemikiran, di mana Anda sudah memiliki kerangka dasar yang kuat dalam dokumen Anda.

LangkahFokus UtamaDetail ARC dari Dokumen Anda
1.1. Tentukan Masalah IntiFokus pada pain point target pengguna.Masalah: 35 juta ibu rumah tangga bingung mulai usaha. 19 juta UMKM rumahan tidak punya manajemen digital.
1.2. Rumuskan Solusi (ARC)Jelaskan bagaimana Anda memecahkan masalah tersebut secara unik.Solusi: ARC Platform menggabungkan AI Mentor (bantu ide usaha & rencana) dan AI Marketing Builder (buat konten promosi otomatis) untuk Komunitas Lokal.
1.3. Model BisnisBagaimana platform Anda menghasilkan uang.Model: Freemium (fitur dasar gratis, Pro Rp29.000/bln) dan Komisi (1–3% dari transaksi antar anggota).
1.4. Susun Rencana PelaksanaanBuat Pitch Deck untuk Investor dan Proposal Eksekusi untuk Mitra (CSR/Pemkot).Rencana sudah siap di dokumen Anda: Pilot Project 90 Hari dengan target 1.000 rumah tangga aktif dan pendapatan awal Rp 8,7 juta/bln.

2. Prototipe & Pengembangan (MVP)

Karena Anda adalah orang awam/gaptek, strateginya adalah membuat Minimum Viable Product (MVP) yang berfungsi, tanpa harus menulis kode yang rumit.

A. Membangun Tim (Wajib)

Anda TIDAK BISA melakukannya sendiri. Cari minimal satu orang yang ahli teknologi:

  1. Anda (Hustler/Business Lead): Ahli dalam visi, komunitas, dan mencari pendanaan.

  2. Co-Founder Teknis (Hacker): Orang yang bisa membangun produk. Untuk awal, Anda bisa mencari Developer Low-Code/No-Code atau AI Partner.

B. Strategi Teknologi (Tech Stack)

Anda tidak perlu langsung membangun dari nol. Dokumen Anda sudah menyarankan Tech Stack yang cocok untuk non-tech founder:

  • Pilihan Teknologi Cepat (MVP): Gunakan platform Low-Code atau No-Code seperti Glide atau FlutterFlow. Ini memungkinkan Anda membuat aplikasi mobile dan web dengan cepat, hanya dengan menggunakan Google Sheets sebagai basis data.

  • Inti AI: Gunakan GPT API (dari ChatGPT) untuk mendukung fitur "AI Mentor Bisnis" dan "AI Marketing Builder". Ini jauh lebih mudah diimplementasikan daripada membangun AI dari awal.

C. Fase MVP (Minimum Viable Product)

Fokus pada fitur yang paling penting:

  1. AI Mentor Sederhana: Chatbot AI berbahasa lokal ("Bu ARC") untuk membantu ide usaha.

  2. Dashboard Rumah Produktif: Fitur dasar Pembukuan & Dompet Digital untuk melacak stok dan omzet.


3. Launch dan Skalasi (Fase Pelaksanaan)

Ini adalah langkah implementasi dari Roadmap 90 Hari Anda.

TahapFokus UtamaKegiatan Kunci
Soft Launch (Minggu 1-4)Validasi dengan Pengguna Awal.1. Rekrut 100 rumah tangga di kelurahan Pilot Project (Madiun, Ponorogo, Kediri). 2. Pelatihan AI dan digital marketing.
Uji Coba & Iterasi (Minggu 5-8)Kumpulkan feedback dan perbaiki produk.Implementasikan usaha digital rumahan (target 50 usaha aktif). Dengarkan masukan pengguna dan segera perbaiki fitur MVP Anda.
Grand Launch & PendanaanMemperluas jangkauan dan mencari modal.Cari Pendanaan: Gunakan Pitch Deck Investor Anda untuk mencari Angel Investor atau Venture Capital (VC), atau ajukan Proposal Eksekusi ke CSR BUMN/Swasta.
Skalasi LanjutanSetelah pilot berhasil, kembangkan menjadi “AI Ibupreneur Nasional”.

4. Pertanyaan Teknis: Web3.0, Blockchain, Smart Contract

Apakah harus berdiri di atas Web3.0/Blockchain/Smart Contract?

Jawabannya: TIDAK HARUS, terutama di awal.

Untuk membangun dan memvalidasi platform berbasis komunitas dan ekonomi mikro seperti ARC, Anda harus mengutamakan kemudahan penggunaan (user adoption) dan biaya rendah di awal.

Pilihan Teknologi

AreaWeb2.0 (Disarankan Sekarang)Web3.0 (Disarankan di Masa Depan)
TeknologiDatabase terpusat (Google Sheets/Firebase), Low-Code (Glide/FlutterFlow).Blockchain (misalnya Polygon, Solana) dan Smart Contract.
FokusKecepatan dan Validasi Model Bisnis.Desentralisasi data dan ekonomi Token/Aset Digital.
Kapan Pindah ke Web3.0?Setelah model bisnis terbukti berjalan dan Anda ingin menambahkan:1. Dompet Digital Terdesentralisasi yang dikontrol penuh oleh pengguna. 2. Sistem SkillCoin/Token sebagai insentif dan reward yang transparan dan aman. 3. Kepemilikan Data (Data sebagai aset yang bisa dijual oleh pengguna sendiri).

Saran praktis: Gunakan Web2.0 dulu (fokus pada fungsionalitas dan user experience), dan sisihkan rencana untuk migrasi ke Web3.0 jika skalanya sudah besar dan membutuhkan sistem ekonomi yang lebih transparan dan desentralisasi.


5. Tempat Mencari Bimbingan dan Bantuan

Sebagai non-tech founder, dukungan adalah kunci sukses. Anda perlu mencari tiga jenis bantuan:

  1. Bantuan Strategi Bisnis dan Mentoring Umum:

    • Program Inkubasi Startup: Bergabung dengan program seperti 1000 Startup Digital Kominfo, atau inkubator lokal di universitas besar di daerah Anda. Mereka memberikan mentoring gratis dan akses ke jaringan investor.

    • Komunitas Pengusaha/Startup Lokal: Cari meetup atau grup diskusi di kota Anda untuk berbagi pengalaman.

  2. Bantuan Teknis dan Pengembangan:

    • Co-Founder Teknis: Ini yang paling penting. Cari seseorang yang memiliki keahlian (Hacker) dan sepakat dengan visi Anda (terutama dari komunitas IT atau AI).

    • Komunitas AI: Ikuti grup diskusi AI di platform seperti Kaggle atau GitHub, di sana Anda bisa belajar dan berkolaborasi dengan developer.

  3. Bantuan Komunitas dan Eksekusi Lapangan:

    • Mitra Lokal: Jalin kerja sama dengan Pemerintah Kelurahan/Kecamatan (sebagai fasilitator) dan Komunitas PKK/UMKM (sebagai peserta utama dan penggerak). Ini penting karena platform Anda berfokus pada ekonomi lokal.

TIPS: Gunakan dokumen Proposal Eksekusi Kelurahan Digital Anda untuk menarik perhatian Pemkot/Dinas setempat dan Pitch Deck Investor Anda untuk menarik Co-Founder dan Angel Investor. Mereka akan melihat bahwa Anda tidak hanya memiliki ide, tetapi juga blueprint yang siap dieksekusi.

 

 Saya sangat terkesan dengan visi besar Anda untuk membangun platform **AEON (Autonomous Economic & Knowledge Network)**! Ini adalah konsep yang sangat visioner. Mari kita breakdown prosesnya menjadi langkah-langkah praktis yang bisa dijalankan, bahkan untuk yang masih awam teknologi.

### **Roadmap Membangun AEON: Dari 0 Hingga Launch**

#### **FASE 0: PERSIAPAN MINDSET & KNOWLEDGE (Bulan 1)**
1. **Pelajari Dasar-Dasar Digital:**
   - **Google Digital Garage:** Kursus online gratis tentang dasar-dasar digital
   - **YouTube Channel:** Dewa Eka Prayoga, Andy Oktavian (untuk pemula startup)
   - **Buku Wajib:** "Lean Startup" oleh Eric Ries

2. **Pahami Konsep Inti AEON:**
   - ARC = Platform untuk UMKM/ibu rumah tangga (ekonomi riil)
   - NEXA = Platform pertukaran skill (knowledge economy)
   - Sinergi = SkillCoin menghubungkan kedua dunia

#### **FASE 1: VALIDASI IDEA & MARKET RESEARCH (Bulan 2-3)**
1. **Validasi Problem:**
   - Interview 20+ calon user (ibu rumah tangga, freelancer, UMKM)
   - Tanya: "Apa kendala terbesar dalam memulai/mengembangkan bisnis?"
   - Tanya: "Apakah mau belajar skill baru jika mudah dan murah?"

2. **Test Konsep Minimal:**
   - Buat grup WhatsApp sebagai "prototype" komunitas
   - Coba adakan "skill sharing session" sederhana via Zoom
   - Dokumentasi semua feedback

#### **FASE 2: BUILDING BLOCKS FUNDAMENTAL (Bulan 4-6)**
**Pertanyaan Besar: Perlukah Blockchain/Web3.0?**

**JAWABAN: TIDAK PERLU untuk MVP (Minimum Viable Product)!**

**Alasan:**
1. **Kompleksitas tinggi** untuk pemula
2. **Biaya development** jauh lebih mahal
3. **User adoption** lebih sulit (masih niche)
4. **SkillCoin bisa dibuat dengan database tradisional** dulu

**Solusi Pragmatis:**
- Gunakan **point system** seperti GoPay/Gems
- Database biasa (MySQL/PostgreSQL) untuk MVP
- Blockchain bisa jadi **tahap evolusi** nanti

#### **FASE 3: MVP DEVELOPMENT (Bulan 7-9)**
**Tech Stack Recommended (Easy & Affordable):**

1. **No-Code/Low-Code Platform:**
   - **Glide/FlutterFlow:** Untuk mobile app prototype
   - **Bubble.io:** Untuk web app yang kompleks
   - **Google Sheets:** Sebagai database sederhana

2. **AI Integration:**
   - **ChatGPT API:** Untuk Bu ARC (AI Mentor)
   - **Google Dialogflow:** Untuk chatbot dasar
   - **Zapier:** Untuk automasi sederhana

3. **Development Team Options:**
   - **Freelancer:** Upwork, Sribulancer (lebih murah)
   - **Development Studio:** Local agency Indonesia
   - **Tech Co-founder:** Cari partner yang complement skill Anda

#### **FASE 4: PILOT LAUNCH (Bulan 10-12)**
**Strategy: Start Small, Think Big**

1. **Pilih 1 Kelurahan/Kecamatan** sebagai pilot
2. **Onboard 50 user pertama** manual (tangan sendiri)
3. **Fitur MVP:**
   - Profile user sederhana
   - Katalog skill dasar
   - Booking sesi via WhatsApp
   - Point system (SkillCoin sederhana)
   - AI Chat dasar

### **Dimana Mencari Bantuan & Bimbingan?**

#### **1. FREE RESOURCES:**
- **Startup Studio Indonesia:** Program inkubasi gratis
- **Google for Startups:** Mentorship & resources
- **LinkedIn Learning:** Kursus teknologi untuk pemula

#### **2. MENTORSHIP PROGRAM:**
- **Startup Grind Indonesia:** Komunitas founder
- **Instellar Impact:** Untuk social enterprise seperti AEON
- **KIBAR/Evoware:** Startup accelerator lokal

#### **3. TECHNICAL ADVISOR:**
- **Cari di LinkedIn:** "CTO advisor startup"
- **Komunitas Programmer:** GitHub Indonesia, Facebook developer groups
- **Kampus:** Jurusan IT/Informatika lokal untuk magang/mitra

#### **4. FUNDING & SUPPORT:**
- **CSR Perusahaan BUMN:** Sesuai dengan misi pemberdayaan
- **Kemendagri:** Program smart city/digital village
- **Kemenkop UKM:** Program wirausaha digital

### **Action Plan Minggu Pertama Anda:**

**Minggu 1:**
1. **Pelajari:** Selesaikan 1 kursus di Google Digital Garage
2. **Interview:** Bicarakan dengan 5 ibu rumah tangga/UMKM tentang masalah mereka
3. **Join:** Komunitas startup lokal (bisa virtual)
4. **Buat:** Sketsa di kertas tentang bagaimana AEON akan membantu mereka

**Minggu 2:**
1. **Validasi:** Presentasikan konsep ke 5 orang lain
2. **Prototype:** Buat mockup sederhana di Canva/PPT
3. **Network:** Cari 1 orang technical yang bisa diajak diskusi

### **Reality Check yang Penting:**

1. **Start dengan yang SEDERHANA** - jangan langsung bangun platform kompleks
2. **Fokus pada 1 fitur** yang paling menyelesaikan masalah (AI Mentor atau Skill Sharing)
3. **Manual dulu, automate later** - Anda bisa jadi "human API" di awal
4. **Biaya realistis:** MVP sederhana bisa Rp 50-200 juta, bukan miliaran

### **Alternatif Jika Benar-Benar Gaptek:**

**Strategy "Human-Centered MVP":**
1. Buat **komunitas WhatsApp/Telegram** sebagai "platform"
2. Anda sendiri yang jadi **"human AI"** - bantu anggota secara manual
3. Gunakan **Google Form** untuk booking sesi skill sharing
4. **Excel sheet** untuk tracking SkillCoin

Setelah komunitas aktif dan terbukti valuable, baru bangun tech!

---

**Next Step Recommendation:**
Mari kita mulai dengan **Fase 1** - validasi masalah. Saya bisa bantu buat:
1. Daftar pertanyaan untuk interview user
2. Template sederhana untuk dokumentasi feedback
3. Daftar komunitas yang bisa Anda hubungi

Apakah Anda ingin saya bantu menyiapkan **template interview questions** untuk memulai langkah pertama ini?

 

 

Keren — ide AEON (gabungan ARC + NEXA) punya potensi besar dan aku akan bimbing kamu dari nol sampai siap prototipe & launch.
Di bawah ini aku rangkum langkah praktis, teknis, dan strategis — cepat dibaca, langsung bisa dikerjakan. Aku sertakan juga rekomendasi teknis untuk orang gaptek, keputusan apakah perlu Web3 / blockchain, daftar pihak yang bisa kamu minta bantuan (lokal & online), template timeline & budget kasar, serta checklist untuk MVP / pilot.


1) Ringkasan keputusan kunci (singkat & praktis)

  • Mulai tanpa blockchain. Untuk MVP/pilot, gunakan mata-uang internal (mis. SkillCoin) yang tidak berada di blockchain — lebih murah, mudah aturan, cepat diluncurkan. Blockchain pertimbangkan nanti bila benar-benar butuh: desentralisasi kepemilikan, pasar token yang bisa diperdagangkan publik, atau governance on-chain. (Risiko & tradeoffs blockchain: skalabilitas, biaya, kompleksitas legal). (Bernard Marr)

  • MVP pakai no-code / low-code (cepat & murah) — Bubble / Glide / FlutterFlow + backend ringan (Airtable / Supabase / Xano) + integrasi OpenAI untuk AI Mentor. Untuk non-teknisi ini jalur tercepat. (whalesync.com)


2) Roadmap langkah-per-langkah (dari Nol → Launch pilot 90 hari, versi ringkas)

Catatan: ini panduan tindakan; kamu yang eksekusi bersama tim/mitra lokal.

Fase 0 — Persiapan ide & validasi cepat (Hari 0–10)

  1. Tulis 1 kalimat nilai (value prop): contoh: “AI Rumah Cerdas Komunitas: bantu 100 ibu rumah tangga di Kelurahan X buka usaha rumahan digital dalam 90 hari.”

  2. Target user & hipotesis masalah: siapa (ibu rumah tangga, penjual telur, tukang katering kecil), masalah utama, solusi inti (AI mentor + komunitas + market lokal).

  3. Buat 3 landing page sederhana / Google Form untuk rekrut early users (100 orang).

  4. Survey pendek (5 pertanyaan) untuk tahu minat, kendala, perangkat yang mereka punya.

Fase 1 — Produk konsep → prototipe klikabel (Hari 11–25)

  1. Sketch & wireframe: pakai kertas atau Figma (template sederhana). Buat 6 layar utama: onboarding, beranda komunitas, AI chat (Bu ARC), katalog layanan/skill, dashboard usaha, peta komunitas.

  2. Clickable prototype (Figma) — gunakan untuk uji pengguna awal (10–20 orang).

  3. Tes usability: 1 sesi 20-30 menit tiap user, catat 5 friksi utama.

Fase 2 — Bangun MVP no-code (Hari 26–60)

Pilihan stack rekomendasi untuk non-teknisi:

  • Frontend / app: Bubble (web app all-in-one) atau FlutterFlow (untuk mobile + web) atau Glide (very fast mobile-like). (whalesync.com)

  • Backend/data: Airtable (sederhana), Supabase/Xano (lebih kuat).

  • Authentication & payment: Stripe (kartu), Midtrans / DOKU / MidTrans (lokal), atau VA BCA/BNI (transfer).

  • AI Chat / assistant: OpenAI/GPT API untuk AI Mentor; integrasi via Zapier / Make / Pipedream.

  • Video call (opsional): Integrasi Jitsi / Whereby / Zoom API jika perlu sesi tatap muka.

  • Automation: Zapier / Make untuk integrasi antar layanan.
    (Referensi & alasan: no-code memungkinkan launch cepat, iterasi murah). (LowCode Agency)

Core fitur MVP (prioritas):

  1. Registrasi & profil sederhana.

  2. AI chat (template: “Bantu aku buat ide usaha rumahan” — 3 opsi ide + langkah).

  3. Katalog produk/skill lokal & peta (lihat tetangga yg jual/jasa).

  4. Dompet/credits internal (SkillCoin off-chain).

  5. Pesan/booking sederhana + laporan transaksi (log).

  6. Dashboard admin kelurahan (lihat aktivitas, top produk).

Fase 3 — Pilot lapangan & growth awal (Hari 61–90)

  1. Rekrut 100 rumah lewat kelurahan/PKK/posyandu.

  2. 3 sesi pelatihan & onboarding (offline + online): cara pakai app, cara jualan sederhana, fotografi produk pakai HP.

  3. Kampanye promosi lokal: WA broadcast, live demo pasar minggu, micro-influencer ibu-ibu.

  4. Pantau metrik (aktif per minggu, transaksi, retention, feedback). Lakukan 2 sprint iterasi per 2 minggu.


3) Keputusan Web3 / Blockchain — detail & rekomendasi praktis

Apakah platform harus berdiri di atas Web3?Tidak perlu untuk MVP/pilot. Alasan praktis:

  • Blockchain menambah biaya transaksi, kompleksitas (wallet, gas fees), dan pekerjaan legal/regulatory. (Bernard Marr)

  • Kamu dapat meniru semua manfaat token internal (insentif, reward, reputasi) off-chain dengan SkillCoin yang dikelola oleh server tengah (sistem database). Ini jauh lebih mudah dan cepat.

  • Pertimbangkan blockchain hanya jika kamu butuh 1) pasar token yang dapat diperdagangkan publik, 2) kepemilikan desentralisasi & governance on-chain, atau 3) integrasi NFT/sertifikat yang bernilai finansial. Untuk itu perlu rancangan tokenomics matang (supply control, sink mechanics, anti-dump) sebelum meluncur. (GlobalLogic)


4) Organisasi & siapa yang harus kamu mintai bantuannya (karena kamu bilang gaptek)

Siapa-siapa yang bisa bantu (minimal 6 pihak)

  1. No-code developer / agency lokal — untuk bangun MVP (Bubble/FlutterFlow). Carilah yang punya portofolio marketplace/community. (Contoh: agensi no-code). (LowCode Agency)

  2. Freelance integration dev (Pipedream/Make) — sambungkan OpenAI, payment, dan DB.

  3. Volunteer Community Lead (ketua PKK / tokoh ibu komunitas) — rekrut peserta & fasilitator lokal.

  4. Kelurahan / Kecamatan — izin ruang, endorsement, dukungan sosialisasi.

  5. CSR / BUMN lokal — dana pilot & mentoring.

  6. Mentor teknis: universitas (mahasiswa IT / startup incubator) untuk support teknis & testing.

Cara cari & kontak

  • WhatsApp / Telegram groups developer lokal; posting di grup startup/IT regional (Yogyakarta/Madiun).

  • Platform freelance: Sribulancer, Projects.co.id, Upwork (untuk dev asing).

  • No-code marketplace: cari agency Bubble / FlutterFlow di direktori mereka.

  • Temui: Kantor Kelurahan & PKK langsung — bawa satu-page pitch & contoh prototipe Figma.


5) Checklist tindakan (biawak — langkah harian awal)

  1. Hari 1–3: susun value prop & buat Google Form pendaftaran.

  2. Hari 4–10: buat 3 landing page & jalankan test rekrut 50 orang.

  3. Hari 11–18: bikin wireframe Figma 6 layar + prototype klikabel.

  4. Hari 19–30: pilih tool no-code & agency, tanda tangan kontrak build MVP.

  5. Hari 31–50: bangun MVP + integrasi AI + payment + simple admin dashboard.

  6. Hari 51–60: QA & user test 20 pengguna, perbaiki 5 masalah utama.

  7. Hari 61–90: jalankan pilot 100 rumah, tiga pelatihan, kumpulkan data.


6) Estimasi biaya kasar (pilot / MVP) — angka indikatif (IDR)

  • Landing & prototyping (Figma, testing): Rp 1–3 juta (jika pakai jasa desain lokal)

  • No-code build MVP: Rp 10–40 juta (tergantung fitur & agency) — Bubble sering lebih murah; FlutterFlow sedikit lebih mahal untuk mobile. (whalesync.com)

  • Integrasi AI (API costs): Rp 2–10 juta (tergantung volume panggilan API)

  • Promosi & pelatihan lapangan: Rp 10–25 juta

  • Operasional & dokumentasi: Rp 3–10 juta

  • Total pilot kasar: Rp 25–90 juta (skala 100 rumah). Sesuaikan anggaran jika ingin lebih besar.


7) Metrik keberhasilan (yang harus diukur selama 90 hari)

  • Active Houses (DAU/WAU) — target 100 aktif / 1.000 registrasi (pilot).

  • SkillCoin velocity — jumlah transaksi SkillCoin / hari.

  • Conversion ke transaksi nyata — % rumah yang selesai 1 transaksi jualan via platform.

  • Retention 30-hari — % yang kembali aktif setelah 30 hari.

  • NPS / CSAT — kepuasan pengguna (skor).


8) Risiko utama & mitigasi singkat

  • Gaptek peserta → mitigation: pendamping lapangan & sesi offline cepat (hand-holding).

  • Regulasi & pembayaran → gunakan payment gateway lokal berizin dan catat semua transaksi.

  • Overengineering (Web3 prematur) → jangan pakai blockchain dulu.

  • Pengelolaan data pribadi → standar minimal: enkripsi, simpan minimal data sensitif.


9) Resource belajar & referensi cepat (buat kamu & tim)

  • Cara bangun MVP no-code (guides): artikel & tutorial No-Code (Bubble / FlutterFlow). (Raw.Studio)

  • Tokenomics & kapan pakai Web3: baca panduan tokenomics + whitepapers saat mempertimbangkan blockchain. (GlobalLogic)

  • MVP best practices: Medium / blog agensi MVP; fokus pada core value. (Medium)


10) Template pesan yang bisa kamu kirim sekarang (untuk rekrut developer / agency / kelurahan)

Untuk developer/no-code agency (WhatsApp / Email):

Halo, saya [Nama]. Saya founder program AEON / ARC (AI Rumah Cerdas Komunitas). Kami ingin cepat bangun MVP untuk pilot 100 rumah di Kelurahan X: fitur utama AI chat, katalog produk, dompet internal SkillCoin, dan dashboard kelurahan. Budget pilot sekitar Rp XX juta. Bisa bantu konsultasi & build MVP dalam 30 hari? Mohon portofolio dan estimasi biaya. Terima kasih.

Untuk Kelurahan / PKK:

Assalamualaikum, saya [Nama]. Kami punya program pemberdayaan digital untuk ibu-ibu: “AI Rumah Cerdas Komunitas”. Ingin kerjasama pilot 100 rumah di kelurahan Bapak/Ibu — kami bantu pelatihan & pasar lokal. Boleh jadwalkan presentasi 15 menit minggu ini?


11) Apa yang bisa aku lakukan sekarang untuk bantu kamu (pilih beberapa yang ingin langsung aku buat)

Aku bisa langsung lakukan salah satu dari berikut sekarang dalam chat ini:

  1. Buatkan satu-page MVP spec (user stories + fitur minimal) siap kirim ke developer.

  2. Buatkan email/WA template & checklist rekrut 10 beta users.

  3. Buatkan wireframe klikabel sederhana (Figma outline) — aku tuliskan langkah & copy-to-paste konten.

  4. Tulis RFP (request for proposal) untuk no-code agency (portofolio & deliverables yang harus dicantumkan).

Ketik angka pilihan (1/2/3/4) yang kamu mau aku buat sekarang — aku akan langsung hasilkan di chat ini.


Jika kamu mau, aku sarankan pilih (1) satu-page MVP spec dulu — itu paling berguna untuk ditunjukkan ke kelurahan, PKK, dan calon developer. Mau aku buat sekarangkan? ✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pasar gotong royong - pasar digital kelurahan

Platform Gotong Royong – Grand Desain (Kelurahan Taman) Prototype interaktif dengan diagram sinergi stakeholder

Kolam interaktif transparan (immersive water box)